Kata-Kata, Singkatan Dan Singkatan Gaul Terkenal Di Dunia Maya + Pola (Bagian 2)

Hasil gambar untuk gambar animasi orang bercakap Kata-kata, Akronim dan Singkatan Gaul Populer di Dunia Maya + Contoh (Bagian 2)


Well, postingan Kata-kata, Akronim dan Singkatan Gaul Populer di Dunia Maya berlanjut, ya. Selain sebagai pengetahuan, siapa tahu kosa-kata berikut bermanfaat dalam interaksi-komunikasi kita di dumay.
Hum, sebetulnya vocab gaul itu banyak banget dan berubah tiap waktu. So, gak ada salahnya bila mencari rujukan lain. Nah, mari deh kita simak kosa-kata gaul berikut. Jom! ^_^
1. SANIP: Kata ini merupakan plesetan dari ‘panik’. “Jangan sanip dulu, Bro! Coba deh tarik napas, wudhu terus duduk.”
2. NGEBO: Yep, asalnya dari kebo. Ngebo sendiri diartikan sebagai keadaan ketika malas berbuat apapun. “Ntar liburan mau ke mana, Say?”, “Ngebo.”
3. MATOT / MATOL: Akronim dari Mati Total, mungkin mengadaptasi dari GATOT alias Gagal Total. “Setdah! lagi seru-seru nulis naskah ceramah, eh laptopnya matol!”
4. SEKONG: Plesetan dari kata ‘sakit’. Gak jauh-jauh, para banci yang mempopularkannya. Namun lama-lama memang digunakan dalam interaksi juga. “Kok kemaren gak ikut pengajian, Bro?”, “Gue lagi sekong.”
5. JAYUS: Sebenarnya istilah ini udah popular dari tahun 90-an. Konon ada seorang anak di daerah Kemang berjulukan Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman-temannya. Jayus sendiri ialah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana), seorang pelukis di tempat Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak tapi lawakannya kerap kali tidak lucu. Hohoho. Makanya kata ‘jayus’ digunakan ketika ada sebuah banyolan yang gak lucu. “Menurut saya mah program drama-komedi tadi malem itu jayus banget!”
6. KAMSUD: Merupakan pembalikan konsonan kata “Maksud”. “Aku udah nulis status, tapi bukan atas nama akunku sendiri, loh!”, “Kamsud? Kamu ngebajak? -_-‘ *jitak”
7. RAYGOM: Akronim dari Rayuan Gombal. “Eh tau gak, Cin! Si A gak mau putus sama aku. Katanya, beliau gak dapat hidup tanpaku.”, “Ah paling raygom, tuh! Buktiin deh kau putusin, masih hidup apa kagak?”
8. FRONTAL: Maknanya itu blak-blakkan alias terus terperinci banget. “Gak nyangka ya Si B bakal nyatain cintanya pas lagi upacara bendera?”, “Hooh, frontal tuh anak!”
9. GARING: Arti kata ini seolah-olah dengan ‘jayus’. Karena berasal dari tanah pasundan, jadi awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun konon alasannya banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) kemudian kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian digunakan mereka dalam beberapa kesempatan. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, karenanya kata ini pun menjadi terkenal di beberapa kota besar di luar Jawa Barat. “Jangankan pengin ketawa, lawakannya garing banget!”
10. GANYABO: Akronim dari ‘Gak Nyambung Bo’. “Aku suka banget status Pak C.”, “Emang statusnya masih single atau udah nikah?”, “Apaan sih? Ganyabo!”
11. KRIK: Adalah bunyi jankrik. Istilah ini biasanya digunakan dalam pembicaraan di dunia maya, untuk menggambarkan kondisi yang sangat garing / tidak lucu. Kata ini berasal dari adegan film-film kartun yang sering menampilkan suasana tenang – dengan latar belakang bunyi jangkrik – mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu atau ketika seseorang bertingkah/berbicara, namun kita malas meresponnya. “Wahai inpotainmen. Aquh kangen beudht cama informasi Eyang Subur tauk.”, “krik krik krik.”
12. YWC: Kependekan dari ‘You’re welcome’. “Thank you udah buat nasehatnya.”, “YWC.”
13. KORDES: Maknanya kampungan / norak. “Ya ampun! Masa Al Fatihah aja gak hapal? Muslim kordes kau mah, ah!”
14. SEGEDE GAMBRENG: Kata “gambreng” berasal dari suitan bawah umur (hompimpah alaihum gambreng), yang menawarkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun 2007-an, kata ini digunakan untuk menawarkan sesuatu yang besar sekali (dan sulit diungkapkan dengan kata-kata). “Buset, baksonya segede gambreng! Bisa puasa tujuh setengah turunan ini mah! -_-‘”
15. CEPU: Maknanya tukang ngadu. “Kalau curhat wacana Si X, jangan di depan Si Y. Dia itu cepu, tau?!”
16. Fudul: Kata ini seolah-olah maknanya dengan KEPO atau Kaypoh, alias pengin tau dan ngulik-ngulik urusan orang lain. “Siang-siang gini, Eyang Subur lagi ngapain, yah?”, “Hadeuh… fudul, loe!”
17. HARKOS: Akronim dari Harapan Kosong. “Saya itu cinta banget sama Si H, tapi tiap ngajak nikah, jawabannya ‘ntar’ mulu.”, “Daripada jadi harkos, mending sama gue aja!”
18. LOL: Kata ini merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak” atau “Wuahahaha…”. Belakangan kata ini sering digunakan dalam komunikasi chatting atau dalam FB, Twitter dan media lain. “Nonton video parodi Arya Wiguna lebih seru daripada debat para pejabat. *LOL.”
19. GARGIL: Akronim dari ‘Garing Gila’. “Gimana program perpisahannya, Fren?”, “Gargil.”
20. Mood Booster: Berasal dari Bahasa Inggris yang artinya penyokong / pendorong mood. Singkatnya sih, penyemangat. “Kalau lagi bête belajar, ibu selalu berhasil jadi mood booster-ku.”
21. WARLOK: Akronim dari Warga Lokal. Biasanya dijadikan celetukan buat sahabat yang terlihat santai dan konyol. “Ke supermarketnya mau pake sandal jepit sama kolor aja ah, Bro. Biar terlihat kayak warlok, gitu.”
22. CENGLI: Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”. Kata ini memang lazim digunakan oleh masyarakat perantauan Tionghua dari suku Hokkia. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi kata umum yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. “Pecinya 50 ribuan.”, “Weh, cengli lah. 30 ribu aja, yah?”
23. SABANG: Akronim dari ‘Santai Banget’. “Padahal Si D itu lagi ditungguin, tapi jalannya Sabang.”, “Iya bener, kayak puteri Solo aja.”
24. FOKE: Maknanya macet. “Yah, kau itu telat lagi… telat lagi…”, “Sorry, Bos. Biasa… foke!”
25. TIJEL: Akronim dari ‘Tidak Jelas’. “Ngomong-ngomong, yang tadi nelpon itu bilang apa aja?”, “Ga tau, nih. Tijel.”
Nah… masih mau lanjut? Okeee..! Klik di sini. ^_

Sumber : http://www.rosediana.net/2015/03/kata-kata-akronim-dan-singkatan-gaul-populer-di-dunia-maya-contoh-bagian-2/

Komentar